Friday, 28 November 2014

Penelitian Ilmiah SMP Islam Diponegoro Surakarta'

,
Metode pembelajaran bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Selain pembalajaran secara teoritis ada juga pembelajaran yang dilakukan dalam dunia nyata yang biasa kita sebut dengan penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang sambung menyambung, berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena alam. Penelitian ilmiah juga menjadi salah satu cara untuk menjelaskan gejala-gejala alam.
Nah, untuk memberi keseimbangan dalam belajar, SMP Islam Diponegoro Surakarta melakukan kedua pembelajaran tersebut. Siswa tidak hanya selalu diberi materi yang sifatnya teoritis namun ada kalanya pembelajaran yang sifatnya nyata seperti penelitian ilmiah. Setelah mempelajari berbagai macam teori yang ada, siswa akan diajak oleh sekolah untuk belajar melakukan penelitian berdasarkan teori yang ada. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya membayangkan apa yang mereka pelajari atau hanya melihat gambarnya saja namun dapat mengaplikasikan teori yang didapat melalui penelitian ilmiah. 
Read more →

MABIT Guru?? Ada Kok'

,
Bagi siswa yang pernah sekolah di SMP Islam Diponegoro pasti pernah mengalami atau mengikuti MABIT . Yup! MABIT adalah Malam Bina Iman dan Taqwa yaitu suatu kegiatan menginap selama satu malam di sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan bagi siswa – siswanya. Satu malam itu di isi kegiatan – kegiatan kaeagamaan . Nah .. itu semua buat murid , maka ada pertanyaan pasti ada MABIT buat siswa lalu buat guru ada tidak? Di SMP Islam Diponegoro Guru pun tidak mau kalah dengan murid . Guru pun ada kegiatan MABIT yang bertujuan selain meningkatkan keimanan dan ketaqwaan semua guru agar jadi lebih baik dari yang sebelumnya. Kegiatan Mabit guru pun tidak jauh berbeda , dari isi kegiatan MABIT siswanya, sholat berjama’ah tadarus Qur’an bersama, siraman rohani yang mendatangkan salah satu ustad untuk mengisi tausiah contohnya pada waktu itu Habib Syech , yang tinggalnya pun tidak jauh dari lingkungan diponegoro sendiri.
 
Ustad dari SMP Islam Diponegoro pun turut mengisi tausiah, ustad Abdullah Alkaf, Ustad Syarif yang pasti akan menambah kegiatan MABIT guru lebih bermakna . Nah , bisa dilihat kan, dari kegiatan MABIT yang ada Insyallah Guru dan muridnya semua menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim , Amieeen .
Read more →

YPID pernah memiliki Guru Kaliber Internasional

,
Mungkin tidak banyak yang tahu tentang sosok guru YPID (kala itu masih bernama Arrabithah Al-Alawiyah) yang satu ini. Beliau adalah Al-Habib Al-Ustad Ali bin Yahya. Ketinggian ilmu tata bahasa Arab serta akhlak yang mulia melekat pada diri beliau. Meski memiliki ilmu yang tinggi, namun beliau tetap menunjukkan ke-tawadhu’-annya.
Berkat keahliannya dalam bahasa Arab, beliau dipercaya oleh Presiden Soekarno sebagai penerima tamu bagi delegasi negara-negara Timur Tengah pada saat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955.
Hingga pada suatu saat (era tahun 1960-an), berkat diplomasi dan kedekatan pengurusnya, Yayasan Arrabithah Al-Alawiyah berkesempatan untuk mendapat kunjungan dari Mantan Presiden Anwar Sadat (kala itu masih menjabat Menteri Pendidikan Mesir). 
Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut kedatangan tamu negara yang satu ini. Mulai dari tempat, makanan hingga tamu undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat dan alim ulama saat itu. Namum hingga tiba saat kunjungan yang telah dijadwalkan, Mantan Presiden Anwar Sadat beserta delegasinya belum juga memasuki area sekolah YPID.
Memang sedianya karena pertimbangan jadwal yang padat, Anwar Sadat hanya akan melakukan kunjungan singkat tatap muka yang bersifat seremonial dan segera meninggalkan kota Solo.
Hingga acara demi acara berlalu menunggu kedatangan delegasi Anwar Sadat. Pada saat acara sambutan dari Arrabithah Al-Alawiyah yang disampaikan oleh guru kita Al-Habib Al-Ustad Ali bin Yahya, tibalah delegasi Anwar Sadat.
Pada saat delegasi tamu kehormatan memasuki area sekolah YPID, Anwar Sadat sempat berhenti sejenak (demikian kata saksi hidup yang menyaksikan kejadian tersebut) untuk mendengarkan sambutan yang dibacakan oleh Al-Habib Al-Ustad Ali bin Yahya. Ketika mendengarkan sambutan demi sambutan berupa syair dan ilmu yang keluar dari Al-Habib Al-Ustad Ali bin Yahya, tampak Anwar Sadat menikmati sambutan tersebut hingga mempertimbangkan untuk menduduki kursi kehormatan yang telah disediakan. Lama Anwar Sadat mendengarkan sambutan tersebut, hingga giliran Anwar Sadat untuk naik ke atas podium. Dalam pidatonya, Anwar Sadat menyatakan bahwa “Saya telah berkeliling kota-kota di Indonesia, namun baru kali ini menjumpai orang Indonesia yang mempunyai ketinggian ilmu dalam bahasa Arab melebihi yang saya temukan di negara kami. Saya yakin disinilah sebenarnya pusatnya ilmu”.  
Pujian dan penghargaan juga diterima oleh Al-Habib Al-Ustad Ali bin Yayha ketika menerima kunjungan dari Rektor Universitas Al-Azhar Cairo Mesir di Balai Kota Solo. Ketinggian ilmu bahasa Arab beliau yang konon diketahui setelah memberikan sambutan sebagai Ketua Panitia Acara tersebut, telah mengundang decak kagum sang Rektor. Hingga sang Rektor memberi tempat duduk disampingnya yang semula hanya menempati kursi yang berada di bawah panggung.  
Berkat kepiawaian beliau, Rektor Al-Azhar Cairo bersedia mengirimkan dua orang guru yaitu Ustad Abubakar Shahab dan Ustad Abdul Mun’im untuk mengajar di Arrabithah Al-Alawiyah.
Al-Habib Al-Ustad Ali bin Yahya telah mengukir sejarah dengan tinta emas. Beliau tidak puas hanya sebagai pelaku sejarah, namum beliaulah yang membuat sejarah untuk dikenang dan dijadikan panutan kita dalam belajar, mengajar dan beramal.
Semoga Allah merahmati beliau dan menempatkan beliau di tempat yang tinggi di sisi-Nya.
Read more →

Tuesday, 4 March 2014

,


Read more →

Monday, 24 February 2014

PPDB 2014/2015

,



Read more →